Gue baru aja selesai “menikah”. Bukan dengan manusia. Dengan akun media sosial baru. Akun Instagram yang lebih dewasa. Lebih tenang. Lebih sesuai dengan siapa gue sekarang. Tapi sebelum itu, gue melakukan ritual. Ritual lepas sambut. Gue buka akun lama. Akun yang gue buat *10* tahun lalu. Gue scroll. Satu per satu. Gue lihat foto-foto lama. Status-status galau. Caption sok puitis. Teman-teman yang sekarang sudah hilang kontak. Gue tersenyum. Gue sedih. Gue haru. Gue mengucapkan terima kasih. Pada akun itu. Pada versi diri yang pernah ada. Kemudian, gue membuat akun baru. Dengan nama yang sama, tapi dengan energi yang berbeda. Gue mengunggah foto pertama. Bukan foto estetik. Tapi foto sederhana. Caption: “Halaman baru. Versi baru. Masih diriku. Tapi yang lebih tenang.“ Gue nggak sendirian. Maret 2026 … Digital Dowry: Maret 2026, Generasi Mulai ‘Menikahi’ Akun Media Sosial dengan Ritual Lepas Sambut yang KhidmatRead more
Fenomena ‘Rentgen’ atau Nyewa Baju di 2026: Antara Solusi Hemat atau Gaya Hidup Palsu?
Gue punya temen, sebut aja Dita. Setiap kali buka Instagram, dia selalu muncul dengan outfit baru. … Fenomena ‘Rentgen’ atau Nyewa Baju di 2026: Antara Solusi Hemat atau Gaya Hidup Palsu?Read more
Generasi ‘Lazy Girl Jobs’: Mengapa Gen Z Lebih Pilih Kerja Santai Gaji 15 Juta daripada Kerja Keras Naik Jabatan
Lo pernah nggak sih ngerasa capek duluan sebelum mulai kerja? Kayak, lo liat postingan LinkedIn orang-orang … Generasi ‘Lazy Girl Jobs’: Mengapa Gen Z Lebih Pilih Kerja Santai Gaji 15 Juta daripada Kerja Keras Naik JabatanRead more
Detoks Dopamin dari ‘Achievement Culture’: Saya Hapus Semua Target Pribadi Selama 6 Bulan, dan Hasilnya Justru Pencapaian Terbesar Saya.
Saya Hapus Semua Target dan To-Do List Selama 6 Bulan. Dan Justru Saat Itulah Hidup Saya … Detoks Dopamin dari ‘Achievement Culture’: Saya Hapus Semua Target Pribadi Selama 6 Bulan, dan Hasilnya Justru Pencapaian Terbesar Saya.Read more
Investasi Diri 2026: Bukan Self-Care Spa, Tapi ‘Digital Detox Camp’ yang Justru Bikin Produktivitas Melejit
Lo mungkin udah coba segalanya. Spa day, yoga weekend, bahkan staycation di hotel bagus. Tapi pulang-pulang, … Investasi Diri 2026: Bukan Self-Care Spa, Tapi ‘Digital Detox Camp’ yang Justru Bikin Produktivitas MelejitRead more
Slow Travel di Era Hyperloop: Mengapa Perjalanan 2 Jam Justru Menjadi Lebih Melelahkan?
Kita semua pernah ngerasain. Penerbangan malam ke Bali, langsung terjun ke pantai keesokan paginya. Atau naik … Slow Travel di Era Hyperloop: Mengapa Perjalanan 2 Jam Justru Menjadi Lebih Melelahkan?Read more
(H1) “Soft Life” vs “Quiet Ambition”: Bisakah Kita Mengejar Kesuksesan Tanpa Toxic Productivity?
Lo lelah. Capek sama narasi “hustle culture” yang bilang tidur itu untuk orang lemah. Tapi di … (H1) “Soft Life” vs “Quiet Ambition”: Bisakah Kita Mengejar Kesuksesan Tanpa Toxic Productivity?Read more
H1: Bukan Hobi, Tapi “Identity Crafting”: Aktivitas Akhir Pekan Lo Ternyata Bentuk Dirimu 5 Tahun Lagi
Lo pasti sering denger, “Gue sih weekend cuma rebahan aja, nonton Netflix.” Atau, “Biasa nongkrong sama … H1: Bukan Hobi, Tapi “Identity Crafting”: Aktivitas Akhir Pekan Lo Ternyata Bentuk Dirimu 5 Tahun LagiRead more
(H1) Zero-Waste 2.0: Fokus pada Reduce, Bukan Cuma Recycle
Kita udah terbiasa banget sama konsep “buang sampah pada tempatnya” dan rajin pilah sampah. Tapi pernah … (H1) Zero-Waste 2.0: Fokus pada Reduce, Bukan Cuma RecycleRead more
Soft Living: Gaya Hidup Baru Gen Z yang Anti Lelah dan Anti Ambis
“Soft Living: Gaya hidup Gen Z yang menekankan kenyamanan, keseimbangan, dan menghindari tekanan ambisius untuk hidup lebih santai dan bahagia.”